Jumat, 17 Juli 2009

Aku Bangga Sebagai Orang Maanyan


Santai Nyawit

Suka tidak suka, mau tidak mau masyarakat Indonesia harus mengikuti proses modernisasi, tidak terkecuali pula msyarakat adat. Perkembangan negara yang semakin canggih disertai dengan kebijakan pemerintah yang lebih berorientasi kepada kepentingan asing telah memposisikan masyarakat adat sebagai objek penonton di negeri sendiri. Kondisi semakin diperparah dengan tidak adanya pemberdayaan bagi masyarakat adat.

Generasi muda kaum adat juga semakin terkikis seiringnya waktu berjalan. Mengikuti gaya-gaya hidup orang modern membuat mereka semakin lupa akan identitas mereka sebagai orang ada, bahkan cenderung tidak mengakui lagi sebagai orang adat. Alasan klasik penyangkalan ini adalah karena orang adat itu udik, konservatif, terbelakang, monoton dan yang lebih keren lagi alasan utamanya adalah ketingggalan zaman.

Tidak bisa disalahkan kalau mereka berpikir seperti itu karena kenyataannya saat ini masyarakat adat memang terbelakang (lebih tepat adalah sengaja dibelakangkan)oleh kebijakan yang tidak memihak kepada komunitas adat. Boleh jadi kita sepakat kalau masyarakat adat pikirannya konservatif namun itu harus kita pahami bahwa semua itu disebabkan rendahnya SDM (baca pendidikan) yang dimiliki para tetua adat.

Jadi kalau kita tidak ingin dibilang sebagai masyarakat adat yang ketinggalan zaman, maka tugas kaum generasi muda lah yang membangun masyarakat adat agar lebih maju lagi. Kita berani memberi penyangkalan maka kita juga harus berani untuk memperbaiki penyangkalan tersebut dengan memberdayakan kemampuan para masyarakat adat. Bukan suatu kebanggan kalau kita menyangkal diri kita sebagai orang Dayak Maanyan hanya karena alasan masyarakat Maanyan ketinggalan zaman. Tetapi akan lebih berharga kalau kita bisa memberikan sesuatu hal yang terbaik untuk kemajuan Maanyan. Aku bangga menjadi orang Maanyan......

5 komentar:

dumy2 mengatakan...

setuju dawari. Angkat tarus budaya takam, posting rarama !...

Putra Dusmala Barito mengatakan...

ehem ai lah tayyyyyyy aku hadir..........

Wira Harno mengatakan...

Puang iuh sangkali amun haut Utus nech, ha.ha

Richard Effendy mengatakan...

himat hie lagi isa hamen memajukan maanyan amun puang kawan ulun iya bravo....

RENGGACOM BANYUWANGI mengatakan...

Saya sebagai orang Indonesia dr Jawa pun Bangga dengan suku Dayak Maanyan yang salah satu studi dari selandia baru ternyata merupakan nenek moyang dari penduduk MADAGASKAR yang terkenal dengan keelokan aneka ragam Hayati.
Salam dari kami untuk Dayak Maanyan